Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

Inilah Kehidupan


Alkisah ada seorang anak yang baru lulus dari sekolah hendak pergi ke kota. Tujuan utamanya untuk mencari pekerjaan. Dan tentu saja merubah nasib. Dia hanya seorang anak petani biasa. Setiap hari dia selalu terbiasa dengan hidup yang sangat sederhana. Orang tuanya sudah terlalu tua untuk diandalkan. 
Akhirnya menjelang kepergiannya ke kota. Dia pun bertemu dengan bapaknya untuk meminta nasehat. ”Bapak, besok subuh anakmu ini mau berangkat mencari kerja ke kota. Kiranya bapak mengizinkan aku untuk pergi”. Bapak itu pun berkata,” Anakku, bapak tidak bisa membekalimu apa-apa? Tapi sebelum engkau pergi. Bapak mau menunjukkan sesuatu kepada kamu.” Si anak pun melihat bapaknya dengan penuh tanda tanya. ”Apakah itu, Bapak?”. Si Bapak tidak menjawab. Dia tersenyum dan berkata,”Mari ikut aku?”. Lalu dia pun berjalan. Diikuti oleh anaknya dari belakang dengan penuh tanda tanya.

Ternyata mereka pergi ke belakang halaman rumah. Disitu ada sebuah pohon tua yang sangat besar. Umurnya mungkin sudah ratusan tahun. Mereka pun sampai. Dan berdiri persis di depan pohon tua tersebut. Si bapakpun berkata,” Anakku coba kau perhatikan pohon tua ini?”. Si anak pun mulai memperhatikan pohon tua itu. Yang bisa dilihatnya hanya sebuah pohon tua tidak mempunyai arti. Batangnya pun sangat sulit dipeluk dengan mengandalkan seorang diri.

Butuh tiga sampai lima orang. Pohon ini pun tidak tahu termasuk jenis tanaman apa? Yang dia tahu pohon ini sudah ada sejak dia masih kecil. Bisa jadi sebelum dia lahir. ” Bapak, aku tidak melihat yang istimewa dari pohon ini”. Jawab si anak. Si bapak pun secara perlahan-lahan mulai mendekati pohon itu lebih dekat lagi. Dan tangannya pun menyentuh akar pohon tersebut. Lalu dia pun berkata,” Pohon itu begitu kokoh berdiri sampai dengan sekarang. Padahal kita tidak pernah merawatnya. Diapun tumbuh secara alamiah. Ketika hujan dia pun menjadi basah. Kemaraupun pun dia menjadi kekeringan. Tapi lewat proses kehujanan dan kekeringan membuat dia menjadi kokoh dan kuat.”

Si bapak memandang wajah anaknya dengan penuh arti. Sambil melanjutkan perkataannya,” Setiap kali kamu menghadapi persoalan ketika kamu di kota. Ingatlah pohon ini? Dia bisa melewati semuanya dengan baik. Walaupun kamu mengalami persoalan besar sekalipun. Itu semua menjadikan kamu lebih kuat dan tegar. Tidak terhempas oleh angin yang besar. Andalkan Sang Pencipta untuk membantu hidupmu. Bila engkau hanya mengandalkan dirimu sendiri dan orang lain itu hanya bersifat sementara. Kamu lebih banyak kecewa. Tapi bila engkau mengandalkan Sang Pencipta kamu tidak pernah kecewa.” Si bapak pun mengakhiri percakapan dengan si anaknya. Si anakpun mulai mengerti. Bahwa di kota nanti dia harus siap menghadapi setiap kesulitan. Dan hanya mengandalkan Sang Pencipta dia pasti berhasil meraih impiannya.
----


Dalam kehidupan kita zaman sekarang ini. Kita selalu teransang untuk mencapai kesuksesan secara cepat. Istilah kerennya secara instan. Tanpa mau bersusah payah. Padahal kita semua tahu bahwa ada satu hukum alam yang tidak mungkin kita hindari yaitu hukum proses. Coba ingat ketika kita masih bayi. Kita pun mulai dari belajar merangkak. Lewat proses jatuh bangun beberapa kali.

Mungkin bisa juga ratusan kali. Kita baru bisa belajar berdiri. Setelah kedua kaki kita kokoh dan kuat. Barulah kita mulai melangkah. Mulai dari satu, dua, tiga sampai proses melangkah lancar. Barulah kita mulai bisa berjalan. Setelah kita lancar berjalan, maka kita berlari, memanjat, melompat dan semua aktivitas lainnya yang bisa kita lakukan. Apakah semuanya secara instan? Jawabnya pasti. TIDAK!. Semuanya lewat sebuah PROSES perjuangan.

Pertanyaan saya, bagaimana supaya kita bisa melewati proses kehidupan ini secara kuat dan kokoh? Tentu saja kita harus siap menghadapi setiap kesulitan yang datang. Bukan menghindarinya. Lihat saja batu karang yang keras. Bisa tembus lewat proses tetesan air secara terus menerus. Dengan diuji membuat mental kita menjadi kuat. Disinilah timbul kekuatan mental kita seperti keberanian, keuletan, kesetiaan, dll. Dan satu lagi yang membuat kita kuat adalah kita harus mempunyai MENTOR. Orang yang siap memberikan masukan bagi setiap kemajuan kita.

Mentor yang paling setia adalah orang tua kita. Merekalah pendorong buat kita lebih maju. Kita pun bisa memilih mentor, orang yang sudah mempunyai prestasi dan reputasi dibidang yang kita geluti. Tidak hanya memberikan kritikan. Tapi dia juga mampu membimbing kita menjadi sukses. Dan tak lupa sang mentor sejati adalah Sang Pencipta sendiri. Kita harus selalu mendengarkan nasehatnya. Melalui doa secara rutin. Tak lupa kita bersyukur atas permberiannya setiap hari.


Selasa, 17 Juli 2012

Motivasi: Kisah Si Tukang Kayu


Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. ?Ini adalah rumahmu? katanya ?hadiah dari kami?. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan, kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula, kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkanlah rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat dari sikap dan pilihan yang kita perbuat di hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

Seperti Apa Anda Menghadapi Masalah?



Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah.

Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya. Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak.

Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.

Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu. Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Motivasi : Alphabetical of Personnal Winning







Accept
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

Believe
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

Care
Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

Direct
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

Earn
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

Face
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

Go
Berangkatlah dari kebenaran.

Homework
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

Ignore
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

Jealously
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.

Keep
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

Learn
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

Mind
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

Never
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.

Observe
Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.

Patience
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

Question
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

Respect
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

Self
Self confidence, self esteem, self respect. Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan kita dari saat-saat tegang.

Take
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.

Understand
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.

Value
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

Work
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a.

X'tra
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

You
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Zero
Usaha nol membawa hasil nol pula.

Minggu, 15 Juli 2012

Strategi Meraih Keberhasilan

Apakah Anda selalu menganggap diri sendiri sebagai seorang pecundang ? Cara mengatasinya, belajarlah menjadi pemenang seperti impian Anda. Jika Anda punya kekuatan untuk menang, Anda dapat mencapai karir dan mimpi-mimpi Anda selama ini.

Berikut tipsnya :

  • Kekuatan untuk menang berasal dari pikiran Anda sendiri
    Teddy Roosevelt, mantan presiden AS, berujar, ?Seluruh sumber daya yang kita perlukan ada dipikiran.? Anda telah memiliki segala yang diperlukan untuk jadi seorang pemenang.
  • Yakinlah pada diri Anda
    Tanpa kegagalan, Anda harus yakin bahwa Anda dapat mencapai tujuan dalam hidup ini. Jika tak yakin memilikinya, maka Anda tidak akan mencapainya.
  • Ketahuilah sesuatu yang membuat Anda bahagia 
    Jika Anda adalah orang yang senang berada di tengah orang banyak sementara Anda bekerja di sebuah gudang penyimpanan, silahkan Anda memikirkan kembali pilihan karir Anda.
  • Evaluasi talenta Anda dengan jujur
    Jika Anda tidak tahu kekuatan dan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan, Anda mungkin saja salah menilai pekerjaan yang tepat untuk Anda. Mungkin saja Anda yakin memiliki kemampuan untuk melayani konsumen dengan baik, tapi bos dan mitra kerja menilai Anda butuh berlatih lagi.
  • Jangan biarkan latar belakang menentukan masa depan Anda
    Jika pengalaman kerja Anda tidak terlalu mulus, jangan biarkan hal ini mempengaruhi prospek karir Anda. Bila Anda telah memiliki tujuan, fokuslah pada hal ini. Jangan terpaku pada sindroma ?saya ini orang malang? jika tidak berhasil mencapai sukses.
  • Ikuti teknik visualisasi cepat ini : 
    Gambarkan diri Anda tengah berlari dengan tim sepak bola. Bayangkan gawang adalah tujuan karir atau keinginan pribadi Anda. Bayangkan pula diri Anda yang berhasil menggolkan bola ke gawang lawan.
  • Kekuatan untuk menang adalah di tangan Anda
    Tidak ada seorang pun yang dapat menyerahkan kesuksesan itu pada Anda. Andalah yang harus mewujudkan itu. Melakukan sesuatu adalah satusatunya cara untuk mencapai tujuan.

Kiat Memotivasi Diri



Bagaimana Kiat Memotivasi Diri??
Berikut ada beberapa kiat-kiatnya:

1. Ciptakan Visi

Sudahkah anda memikirkan akan menjadi apa 10 tahun yang akan datang?

2. Jauhi foya-foya

Bersenang-senang adalah hasil, bukan tujuan

3. Gunakan perangkat yang tepat

Anda sendiri yang tahu apa yang terbaik bagi diri anda.

4. Kembangkan tujuan anda

Memiliki tujuan membuat anda selalu termotivasi untuk mencapainya.

5. Tetapkan Saat Kematian


Buatlah orang-orang yang kita kasihi tersenyum, saat kita meninggalkannya.

6. Berteman dengan teman-teman yang sukses

Bergaul dengan teman yang sukses, akan memicu anda untuk menjadi seperti mereka.

7. Dekati rasa takut


Bila anda takut sesuatu hal buruk menimpa anda, anda akan termotivasi untuk mencegahnya sebelum terjadi.

8. Membuat jadwal Comeback

Tidak pernah ada orang sukses, yang tidak pernah mengalami kegagalan. Dan mereka selalu kembali bangkit lebih banyak dari jumlah kegagalannya.

9. Welcome Mr. Trouble

Selalu tertantang untuk mengalahkan kesulitan

10. Awali dengan rasa senang

Mengerjakan sesuatu yang menyenangkan, membuat kita tidak merasakannya sebagai ?pekerjaan?.

11. Berlatih keras
The best is never rest

12. Membuka masa depan


Right here and now. Tidak perlu berlelah-lelah hanya untuk bernostalgia.

13. Kembangkan permainan

Jadilah sutradara

14. Be Yourself

Be Yourself! Be Yourself!

15. Berangkat Perang!

Jadilah pemenang!

16. Ciptakan Perubahan.

Buatlah titik. Untuk membuat sebuah garis, anda harus terlebih dulu membuat titik (Jaya Suprana).

17. Do it Badly!

Tidak harus selalu mengawali sesuatu dengan serius.

18. Enjoy your working!

Percaya bahwa semua masalah selalu ada jalan keluarnya.

19. Bertanya dan bertanya!

Tidakkah saya bisa mengerjakannya lebih baik daripada sekarang?

20. Let the water flows

Inilah awal dari garis yang anda buat. Kemana arahnya tergantung dari anda sendiri.

10 Hal Buruk Yang Ada pada Manusia

MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu "siapa" Bukan "apa" penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu "apa" sebabnya, bukan "siapa". Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas! Kekanak-kanakan. Kenapa ?
Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh," Adik tuh yang salah", atau " mbak tuh yang salah". Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.


MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. "Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?,wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh". Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai "improper guilty feeling".
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang "Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb". Penyakit ini pelan-pelan bias membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.


TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas.Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: "Nah tuh ada kelinci, kejar aja". Dia kejar itu kelinci, wesss...., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. "Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang". "Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih". Kalau "GOAL" kita hanya untuk "FUN", isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.


MEMPUNYAI "GOAL", TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak "teachable". Goalnya salah, focus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.


MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang,kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.


MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?


MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.


TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.


BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. "Waktu" itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negative yang menghalangi kesuksesan.


MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi. Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: "Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar". Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur .

Sabtu, 14 Juli 2012

Siapa Yang Tak Mati?

Suatu ketika ada seorang janda yang sangat berduka karena anak satu-satunya mati. Sembari membawa jenasah anaknya, wanita ini menghadap Sang Guru untuk meminta mantra atau ramuan sakti yang bisa menghidupkan kembali anaknya.

Sang Guru mengamati bahwa wanita di hadapannya ini tengah tenggelam dalam kesedihan yang sangat mendalam, bahkan sesekali ia meratap histeris. Alih-alih memberinya kata-kata penghiburan atau penjelasan yang dirasa masuk akal, Sang Guru berujar:

?Aku akan menghidupkan kembali anakmu, tapi aku membutuhkan sebutir biji lada.?

?Itu saja syaratnya?? tanya wanita itu dengan keheranan.

?Oh, ya, biji lada itu harus berasal dari rumah yang anggota penghuninya belum pernah ada yang mati.?

Dengan ?semangat 45?, wanita itu langsung beranjak dari tempat itu, hatinya sangat entusias, ?Guru ini memang sakti dan baik sekali, dia akan menghidupkan anakku!?

Dia mendatangi sebuah rumah, mengetuk pintunya, dan bertanya: ?Tolonglah saya. Saya sangat membutuhkan satu butir biji lada. Maukah Anda memberikannya?? ?Oh, boleh saja,? jawab tuan rumah. ?Anda baik sekali Tuan, tapi maaf, apakah anggota rumah ini belum pernah ada yang mati?? ?Oh, ada, paman kami meninggal tahun lalu.? Wanita itu segera berpamitan karena dia tahu bahwa ini bukan rumah yang tepat untuk meminta biji lada yang dibutuhkannya.

Ia mengetuk rumah-rumah berikutnya, semua penghuni rumah dengan senang hati bersedia memberikan biji lada untuknya, tetapi ternyata tak satu pun rumah yang terhindar dari peristiwa kematian sanak saudaranya. ?Ayah kami barusan wafat?,? ?Kakek kami sudah meninggal?,? ?Ipar kami tewas dalam kecelakaan minggu lalu?,? dan sebagainya.

Ke mana pun dia pergi, dari gubuk sampai istana, tak satu tempat pun yang memenuhi syarat tidak pernah kehilangan anggotanya. Dia malah terlibat dalam mendengarkan cerita duka orang lain. Berangsur-angsur dia menyadari bahwa dia tidak sendirian dalam penderitaan ini; tak seorang pun yang terlepas dari penderitaan.

Pada penghujung hari, wanita ini kembali menghadap Sang Guru dalam keadaan batin yang sangat berbeda dengan sebelumnya. Dia mengucap lirih, ?Guru, saya akan menguburkan anak saya.? Sang Guru hanya mengangguk seraya tersenyum lembut.

Sang Guru membuat wanita yang tengah berduka itu mengalami pembelajaran langsung dan menyadari suatu kenyataan hidup yang tak terelakkan bagi siapa pun: siapa yang tak mati?

Penghiburan sementara belaka bukanlah solusi sejati terhadap peristiwa dukacita mendalam seperti dalam cerita di atas.

Penderitaan hanya benar-benar bisa diatasi dengan pengertian yang benar akan dua hal:
(1) kenyataan hidup sebagaimana adanya, bukan sebagaimana maunya kita, dan
(2) bahwasanya pada dasarnya penderitaan dan kebahagiaan adalah sesuatu yang bersumber dari dalam diri kita sendiri.

Bola di dalam kantung kertas

Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?


Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?

Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.

Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.

Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau. Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.

Smiley...! Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.

Cerita Katak Kecil

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil,...

? yang menggelar lomba lari

Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta...

Perlombaan dimulai...

Secara jujur tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara.

Terdengar suara:
"Oh, jalannya terlalu sulitttt!!
Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak."

atau:

"Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!!

Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu... ...

Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi...dan semakin tinggi..

Penonton terus bersorak "Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!"

Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah...

...Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi...

Dia tak akan menyerah!

Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!

SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya?

Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan?

Ternyata...

Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!

Kata bijak dari cerita ini adalah:

Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis...

?karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu.

Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada.
Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!

Karena itu:

Tetaplah selalu....

POSITIVE!

Dan yang terpenting:

Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu!

Selalu berpikirlah:

I can do this!

Jumat, 20 April 2012

Kisah Inspiratif


Di suatu padepokan, ada seorang guru yang sangat dihormati karna tegas dan jujur.

Suatu hari, dua orang murid menghadap didedapannya.
Ia menjelaskan Bagaimana Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik.
Keduanya berdebat tentang hitungan 3 x 7.
➢Murid pandai mengatakan hasilnya 21.
➢Murid bodoh bersikukuh mengatakan hasilnya 27.

Murid bodoh menantang murid pandai untuk meminta sang guru sebagai jurinya untuk mengetahui siapa yang benar di antara mereka.
Kata murid yg bodoh, "Jika saya yang benar 3 x 7 = 27 maka engkau harus mau dicambuk 10 kali oleh guru kita, tetapi kalau kamu yang benar bahwa 3 x 7 = 21 maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri ha ha ha .....!!" ujar Murid yang bodoh ini berani menantang demikian.

Dia sangat yakin dengan pendapatnya!
"Katakan guru, mana yang benar??" tanya murid bodoh, maklum belum mengerti sesungguhnya tentang hitungan dan hanya krn hal sepele hingga mengabaikan resiko yg besar dhadapannya.

Sang Guru berfikir,
Ternyata dgn bijak, sang guru memvonis cambuk 10 kali bagi murid yang pandai (orang yang menjawab 21).
Si murid pandai jelas saja protes keras setelah itu.
Sang guru menjawab, "Hukuman ini bukan untuk hasil hitunganmu, tapi karena kamu tidak bijaksana, Duh... mau-maunya berdebat dengan orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!!"
Beliau melanjutkan,
"Lebih baik melihatmu dicambuk dan menjadi arif daripada harus melihat satu nyawa terbuang sia-sia!.. Biar nanti aku yg menjelaskan padanya soal kebenaran biar tdk ada kesalah pahaman..!!"
***

Apa Pesan moral dari kisah ini:
Yg berjiwa dewasa psti memahami dgn menyikapi makna dari cerita?

Jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu permasalahan yang tak berguna, berarti kita juga sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab, dengan sadar kita membuang waktu & energi untuk hal yang tidak perlu yg berujung pada sikap saling membenci hanya krn soal sepele,

Bukankah kita sering mengalaminya?
Debat itu biasa terjadi, baik dengan pasangan hidup, tetangga, atau rekan kerja. namun Ada saatnya bagi kita, untuk diam dan menghindari perdebatan atau pertengkaran yang sia-sia.

Diam bukan berarti kalah, kan?
Mengalah bukan brti kalah..??

Memang ini bukan hal yang mudah, tapi Anda sebaiknya untuk bijak menyikapi situasi dgn tidak berdebat pd orang yg tingkat pengetahuan belum labil memahami, atau teman maupun kerabat, yang tidak menguasai permasalahan.. Agar menghindari keretakan hubungan family yg lama terjalin, atau mengalah untuk menghindari musibah besar kedepannya..


Selasa, 17 April 2012

5 Langkah Wujudkan Impian Anda


Semua berawal dari sebuah impian. Tahukah Anda semua ciptaan dan perubahan hidup yang besar berawal dari satu impian. Bagaimana dengan hidup Anda? Apakah Anda sudah memiliki impian? Hal pertama untuk meraih semua apa yang Anda cita-citakan adalah Anda harus mempunyai impian. Apa yang ingin Anda capai dalam hidup ini?
Saya akan share 5 Langkah sederhana untuk wujudkan semua impian Anda.
Are you ready? Pasang sabuk pengaman Anda…
Langkah #1: Tuliskan impian Anda dalam secarik kertas
Tuliskan semua apa yang ingin Anda capai dalam 5 tahun mendatang. Pada saat Anda menulis, jangan batasi pikiran Anda, apapun yang terlintas di dalam pikiran Anda yang ingin Anda capai, tuliskan !
Pada saat Anda menuliskan impian Anda, pada saat itulah Anda mengaktifkannya dalam pikiran bawah sadar Anda. So, tuliskan apa yang ingin Anda capai, Anda ingin menjadi apa 5 tahun yang akan datang, pola kehidupan seperti apa yang ingin Anda nikmati, Anda ingin travelling ke mana saja, dll.
Paul Meyer pendiri SMI (Success Motivation Institute) mengatakan : “Jika Anda tidak puas dengan pola kehidupan Anda sekarang, itu dikarenakan Anda belum menulis dengan jelas impian di otak Anda.”
Impian adalah dorongan naluri manusia yang merangsang kita untuk selalu maju ke depan.
Langkah #2: Jadikan impian Anda dalam bentuk gambar
Pikiran bawah sadar kita akan lebih mudah menerima gambar daripada tulisan, jadi coba cari gambar / foto semua impian kita.
Mempunyai impian saja tidak cukup, Anda harus tahu langkah-langkah bagaimana mewujudkannya, dan langkah kedua ini adalah langkah yang sering dilewati. Jadi, pastikan Anda melakukannya.
Cari semua gambar impian Anda dan buat “papan impian” Anda, kemudian tempelkan semua gambar impian yang ingin Anda capai.
Langkah #3: Visualisasikan impian Anda
Setiap hari, pagi dan malam, visualisasikan impian Anda. Bayangkan dan rasakan semua impian sudah menjadi kenyataan dan Anda mengucap syukur atas semuanya. Bagaimana perasaan Anda ?
Ingat, pikiran bawah sadar kita tidak bisa membedakan mana yang realita dan mana yang imajinasi. Tetapi ketika pikiran bawah sadar kita sudah menerima itu sebagai suatu kenyataan, maka ia akan menarik segala sumber untuk mewujudkannya.
Napoleon Hill mengatakan : “Apapun yang bisa dibayangkan dengan jelas dan diyakini oleh pikiran kita, maka hal itu bisa dicapai.”
Langkah #4: Membuat rencana tindakan (Action Plan) dan selalu memperbaikinya.
Dengan Action Plan yang jelas dan sempurna, plus tindakan yang efisien dan efektif, maka impian Anda pasti tercapai. “Untuk memastikan impian jadi nyata, Anda harus memiliki satu rencana tindakan yang realistis dan terlaksana.” – Zig Ziglar
Anda juga harus membuat analisa atas tindakan-tindakan Anda selama ini. Jika ada halangan yang kurang baik dan tidak sesuai dengan rencana awal Anda, buatlah penyesuaian.
Langkah #5: Take Massive Action!
Jika Anda ingin wujudkan impian Anda, satu hal yang pasti adalah Anda harus bertindak habis-habisan,action besar-besaran, sampai impian Anda benar-benar jadi kenyataan.
Sekarang, bangun dari tempat duduk Anda, kejar impian Anda dan raihlah semua obsesi Anda. Action is Power! Karena ketika Anda bertindak, maka semua kesempatan dan kemungkinan itu akan jadi nyata.
All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them.” -Walt Disney
Ikuti 5 langkah sederhana ini, dan pastikan semua impian Anda jadi kenyataan. Langkah ini adalah kesimpulan dari apa yang saya pelajari tentang strategi mewujudkan impian dan sudah saya praktikkan sendiri. Dan terbukti semua yang saya impiankan bisa terwujud satu per satu jadi kenyataan.
Ketika Anda sudah berhasil mencapai satu impian, beranikan diri Anda untuk bermimpi lebih besar lagi. Hidup ini penuh dengan tantangan yang harus kita hadapi dengan optimis, berjuang habis-habisan, sehingga kita bisa keluar sebagai pemenang.
Selamat mengejar cita-cita dan impianmu, sukses selalu..

Senin, 16 April 2012

Bunga cantik dan Rumput liar

Suatu hari ada seorang pria yang mencintai dan mengejar seorang wanita. Pria itu dapat dikatakan sempurna sedangkan Wanita itu bukan wanita yang cantik ataupun kaya. Orang2 menganggapnya rumput liar sehingga selalu disiksa dan jadi bual2an.

Suatu saat sahabat si Pria yang juga memiliki hati pada si pria, kesal karena cintanya tidak terbalas. Dia pun bertanya pada sang pria,

"mengapa kamu mencintai dia? dia itu bagaikan rumput liar. hanya sampah dan mengganggu. Tidak berguna. Mengapa kamu tidak mencintaiku? aku memiliki segalanya. kecantikkan, kekayaan, kenggunan. Aku bagaikan bunga cantik dan rumput liar seperti dia tidak ada apa2nya dibandingkan aku."

lalu pria itu menjawab,

"ya, dia memang rumput liar dan kamu bunga yang cantik"

sahabatnya langsung tersenyum lebar, namun ternyata si pria berkata lagi,

"tapi tahukan kamu bahwa bagiku rumput liar jauh lebih berharga dan bernilai dari bunga cantik? Bunga cantik sangat lemah dan hanya menampilkan keharuman atau keindahan. Berbeda dengan rumput liar yang sangat kuat. Seberapun sering dia diinjak, dibakar, dicabuti dan dirusak, rumput liar akan tetap hidup dan bertahan. Meskipun tidak cantik, tapi dia sangat kuat dan selalu berjuang dalam kehidupan. Tak perduli seberapa banyak yang membunuhnya, dia akan bangkit dan hidup kembali.. karena itu bagiku, rumput liar sangat berharga..."

Sabtu, 17 Maret 2012

Sifat Durian yang Harus Ditiru

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya.

Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda). Di Sumatera dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.

Pusat keanekaragaman durian adalah Pulau Kalimantan. Daerah-daerah sekitarnya juga memilki beberapa plasma nutfah durian, seperti Mindanao, Sumatera, dan Semenanjung Malaya meskipun tidak semelimpah Kalimlantan. Meskipun demikian, pengekspor utama durian adalah Thailand, yang mampu mengembangkan kultivar dengan mutu tinggi dan sistem budidaya yang baik. Tempat lain yang membudidayakan durian dengan orientasi ekspor adalah Mindanao di Filipina, Queensland di Australia, Kamboja, Laos, Vietnam, India, dan Sri Lanka.

Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor.

Karena baunya yang keras, sejumlah perusahaan melarang orang membawa durian, misalnya di kabin pesawat udara, di kendaraan angkutan umum ataupun dibawa ke hotel.
Bagi penggemar durian, agar tidak menimbulkan hal-hal tak menyenangkan dengan orang yang tak menyukai bau durian, dipercaya ada cara mudah untuk menghilangkan bau durian di jari-jari tangan dan mulut. Jari tangan dibersihkan dengan mengaduk-aduk air di dalam pangsa durian (yakni ceruk kulit buah bagian dalam, bekas tempat daging dan biji durian menempel) dan air adukan tersebut tidak dibuang, tetapi digunakan untuk berkumur.

Menurut banyak cerita yang berkembang di masyarakat (urban legend), Durian dianggap sebagai makanan yang panas, dan sehabis makan durian biasanya tubuh akan berkeringat. Cara yang umum digunakan untuk mengatasinya adalah dengan menuangkan air tawar pada bagian kulit buah yang telah kosong, lalu diminum. Selain itu, musim durian biasanya terjadi bersamaan dengan musim manggis, yaitu buah yang dianggap mendinginkan badan. Dengan demikian, kedua buah kemudian dimakan bersama-sama.

Secara ilmiah, klaim-klaim di atas tidak pernah dibuktikan. Kemungkinannya ialah karena kandungan nutrisi durian yang padat, orang yang makan durian sering makan kebanyakan sehingga akhirnya mengalami kenaikan tekanan darah. Hal tersebut merupakan reaksi yang alamiah jika terlalu banyak memakan makanan apapun.

Meskipun dari luar kelihatannya jelek, tapi menurut saya, ada setidaknya 7 sifat durian yang bagus :

  1. Beraroma Tajam
  2. Buah-buah lain tidak ada yang beraroma setajam buah durian. Sehingga dijuluki "King of Fruits". So, berani tunjukkan siapa dirimu, just be yourself, jangan minder, show off guys.
  3. Pohon durian itu tinggi
  4. Jangan takut untuk bermimpi setinggi pohon durian, penemuan terbesar manusia awalnya juga berawal dari sekedar mimpi, tetapi jangan diam saja, berusaha mencapainya itu yang penting.
  5. Kulit durian keras dan berduri
  6. maksudnya jadi orang itu harus teguh pendiriannya, tidak plin-plan, tidak gampang dipengaruhi orang lain, percaya akan keputusan yang telah anda ambil, niscaya tidak akan ada yang akan meragukan kapasitas anda sebagai pemimpin.
  7. Isinya lembut
  8. meskipun dari luar kelihatannya jelek, tetapi dalamnya lembut, enak, intinya penampilan luar bisa menipu, belum tentu mencerminkan sifat dari seseorang. Ibarat pepatah lama yang mengatakan, "Don't judge book by its cover."
  9. Durian itu harganya mahal
  10. Kita harus bisa menjunjung harga diri kita, jangan sampai mau diinjak-injak orang lain, setiap manusia adalah berharga, kedudukannya sama dimata Tuhan, jangan pula merendahkan orang lain.
  11. Durian itu musiman
  12. dalam artian lain tidak setiap hari ada (unik), kita jadi manusia itu diciptakan unik, berbeda antara satu dengan lainnya, tidak bisa disama-ratakan antara 1 individu dengan lainnya. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing.
  13. Durian tidak akan jatuh dari pohonnya sebelum matang
  14. dalam artian setiap hal memerlukan waktu, jika kita belum sukses, atau usaha kita belum membuahkan hasil, jangan berputus asa, mungkin masih ada kesalahan dalam prosesnya, yang pasti semua akan indah pada waktunya, bersabar saja, tetapi tetap berusaha, pasti jalan anda akan dibukakan Tuhan Yang Maha Kuasa.
resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut